News Update :
Home » , » SINOPSIS 49 DAYS EPISODE 19 DRAMA KOREA TERPOPULER

SINOPSIS 49 DAYS EPISODE 19 DRAMA KOREA TERPOPULER


 Sinopsis 49 Days Episode 19

Scheduler melihat tiga tetes air mata itu. Apa itu air mata? Benar, itu air mata.
Scheduler kagum, kau punya kehidupan yang berharga. Ji hyun bingung, apa yang terjadi?

Ji hyun mengira tidak ada lagi orang yang ingin menangis untuknya.

Scheduler mengingatkan, manusia terkenal karena suka berubah pikiran dan tidak ada kata selamanya.
Ji hyun memastikan, berarti aku bisa kembali?

Scheduler ingin memberi tahu Ji Hyun siapa yang sudah menangis untuknya, tapi Ji Hyun tidak ingin tahu. Scheduler heran. Ji Hyun berkata jika dia tahu, dia mungkin saja jatuh cinta dengan ketiga orang itu.
Scheduler : Pergilah.

Roh Ji hyun perlahan menghilang dan kembali ke tubuhnya. Meninggalkan Scheduler sendiri.

Ji Hyun membuka matanya perlahan dan melihat Seo Woo serta ibunya yang menangis. Ji hyun belum bisa bersuara untuk memanggil mereka.

Ayah masuk dan menenangkan ibu. Lalu ia menoleh ke arah Ji Hyun. Ayah kaget, Ji Hyun membuka matanya. Ayah menunjuk, lihat, lihat..Ji hyun membuka matanya! Seo Woo juga berseru kaget, Ji Hyun!

Ayah dan ibu langsung memanggil nama Ji hyun terus. Ayah meminta Seo Woo segera memanggil dokter. Seo Woo lari keluar.

Yi Kyung mengemasi barang-barangnya dan jalan keluar. Paman Oh heran, Yi kyung mau kemana. Yi Kyung berkata mulai dia sudah tidak perlu tinggal disini lagi. Paman Oh bingung dan ingin mencegah Yi Kyung. Tapi Yi Kyung terus saja jalan.

Paman Oh heran, Yi Kyung yang ini berbeda. Lalu ia sadar, apa jangan2 Ji hyun...

Paman Oh segera telp Han Kang. Han Kang tanya kondisi Ji Hyun. Paman Oh panik dan berkata kalau mereka salah menghitung hari, karena Yi Kyung asli mengemasi barangnya dan pulang. Ia berkata tidak ada alasan lagi untuk tinggal disini.
Han Kang syok dan segera menepikan mobilnya. Han Kang menangis, apa berarti Ji Hyun sudah meninggal?

Di RS, Ji hyun perlahan-lahan bisa memanggil Ayah dan ibunya. Kedua orang tua itu senang sekali. Seo Woo juga.
Ji hyun : Ayah...Ibu..
Han Kang masih sedih di mobilnya, tidak bisa..tidak..tidak..Lalu Ibu Ji Hyun telp.

Han Kang berpikir ia pasti akan dengar berita buruk, tapi ia kaget saat dengar kalau Ji Hyun sudah sadar. Han Kang kaget, Ji Hyun sadar?

Yi Kyung pulang ke apartemennya dan membayangkan saat Roh Ji Hyun masih duduk menemaninya. Saat mereka bercakap-cakap. Yi Kyung sekali lagi merasa hampa.
Yi Kyung seperti mendengar suara Ji Hyun, kakak..aku merindukanmu. Kau tidak sakit kan?

Ji Hyun menjalani pemeriksaan kepala dengan MRI. Han Kang langsung bergegas ke kamar Ji Hyun. Ji Hyun!
Ayah dan Ibu Ji Hyun geli dan berkata kalau Ji Hyun sedang menjalani perawatan. Han Kang lega dan memberi selamat pada mereka.

Ayah membalas, selamat untukmu juga, Nak.
Han Kang berkata kalau ayahnya setuju untuk investasi di perusahaan keluarga Shin. Ayah Ji Hyun kaget, benarkah?

Han Kang membenarkan, ayahnya akan mengirim pengacaranya untuk ke Korea besok pagi, menyelesaikan masalah investasi.
Ibu lega sekali dan Ayah Ji Hyun sangat berterima kasih, bagaimana aku bisa membalas kebaikan ini.

Seo Woo masuk dan berkata kalau Dr. Jo ingin bicara dengan Ayah.
Ayah dan Han Kang menemui Dr. Jo. Dokter berkata ini mujizat. Darahnya normal, jantungnya normal. Ayah senang dan berkata apa kubilang, ada orang yang bisa bangun normal setelah kecelakaan seperti itu, bagaimana bisa kau bilang tidak ada harapan?

Dokter Jo merasa hal ini memang tidak masuk akal. Ini mujizat.
Han Kang tanya apa ada yang lain lagi. Dokter hanya berkata cuma otot dan sendi yang kaku saja. Ini hal biasa.
Semua lega dan Han Kang langsung ingin bertemu Ji Hyun.

Ji Hyun sedang menikmati bubur. Seo Woo menyuapinya. Ji Hyun sangat menikmati bubur ini, enak sekali.
Ibu : Makan pelan2, kau masih punya waktu banyak untuk makan nanti.
Ji Hyun : Omelan ibuku juga terdengar menyenangkan. Ibu, apa aku bisa minta dipeluk?

Ibu langsung berdiri dan merentangkan tangan, oh putriku..aku benar2 senang kau sudah kembali pada kami.
Ji Hyun : Ibu paling penyayang di seluruh dunia.

Seo Woo juga minta dipeluk oleh Ji Hyun. Seo Woo senang sekali dan Ji hyun mengucapkan terima kasih. Seo Woo heran, aku melakukan apa sehingga kau berterima kasih?
Ji hyun : Terima kasih karena menjadi temanku.
Seo Woo : Kedengaran-nya cengeng..tapi aku senang mendengarnya.

Han Kang masuk ke kamar dan Ji hyun heran, Han Kang..lama tidak bertemu. Tapi kenapa kau kesini? Apa kau datang setelah mendengar beritanya?
Han Kang kaget, Ji hyun tidak mengingat semua yang terjadi.

Ibu merasa tidak enak dan berkata kalau Han Kang selalu mengunjungi Ji hyun.

Ji Hyun tanya, lalu mana In Jung dan kak Min Ho? Kang saja datang, kemana mereka?
Ibu terlihat bingung menjelaskannya. Ibu berkata kalau Min Ho pergi ke Eropa untuk perjalanan bisnis. In Jung tidak bisa datang karena mereka tidak bisa mengontak-nya.

Ibu mengajak Han Kang dan Seo Woo keluar sebentar. Ji Hyun heran, ibu..ada apa? Katakan saja disini.

Diluar, Ibu minta Han Kang dan Seo Woo untuk sementara merahasiakan masalah In Jung dan Min Ho. sampai kondisi kesehatan Ji Hyun pulih.
Han Kang terpukul, jadi Ji hyun hanya ingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan?

Seo Woo membenarkan, ingatannya hanya menjangkau sejauh itu.
Seo Woo : Itu sebabnya aku cemas, karena seminggu sebelum pernikahan adalah masa yang paling membahagiakan untuk Ji Hyun.

Ibu menghibur Han Kang dan janji akan mengatakan semua yang sudah dilakukan Han Kang untuk Ji Hyun.

Seo Woo mengajak Ibu masuk, sebelum Ji Hyun berpikir kalau ada yang aneh. Keduanya masuk. Han Kang sendirian termenung di luar kamar.

Min Ho masuk kantor dan beberapa Direktur menyindirnya. Apa kau berencana untuk menemui tunanganmu di RS? Direktur Kang, kau tidak tahu kalau tunanganmu sadar?

Min Ho terperanjat, apa yang kalian bicarakan? Ji hyun sadar?

Yi Kyung duduk sendirian di apartemennya. Tiba-tiba Min ho masuk begitu saja. Yi Kyung kaget. Min ho minta maaf, ia pikir tidak ada orang.
Yi Kyung dengan dingin berkata kalau orang itu sudah pergi dan tidak akan kesini lagi. Jika kau tidak percaya, cek saja RS Ji Hyun.

Min Ho : Aku tahu.
Yi Kyung kaget, kau sudah tahu kenapa kesini?

Min ho berkata ia tidak akan lama, Min ho menyerahkan apartemen Yi Kyung kembali. Kau bisa menyewanya lagi, aku tidak memerlukannya lagi. Uangnya juga sudah dibayar, bukankah aku menulis nama Song yi kyung dalam kontrak?

Yi Kyung tetap minta kunci apartemennya dari Min ho. Min ho memberikannya dan tanya apa rencana Yi Kyung.

Yi Kyung minta Min Ho tidak mengurusinya, dia bukan Shin Ji Hyun.
Min Ho berkata, dia tidak berniat menyulitkan Song Yi Kyung. Yi Kyung minta Min ho pergi.

Di RS, semua gembira. Ji Hyun menegaskan, kalau selama dia koma, ibu dan ayah selalu di RS menjaganya?
Ayah Ji hyun membenarkan. Aku tinggal disini lebih lama dari ibumu. Ibu tersenyum.
Ji hyun : Wow..itu menakjubkan! Kukira aku benar2 sangat beruntung.

Han Kang tersenyum mendengar percakapan mereka. Ji Hyun memandang Han Kang, tapi Han Kang...kenapa kau masih disini?

Ayah dan ibu kaget, mereka buru-buru menjelaskan kalau selama ini Han kang selalu membawakan bunga segar untukmu.

Han Kang berkata ia mencemaskan Ji Hyun. Ibu menyambung, kalau Han Kang benar2 menjaga mereka.
Ji hyun heran, benarkah? sepertinya kau punya rasa tanggung jawab. Terima kasih. Ji Hyun tersenyum.

Tapi Ji Hyun komen lagi, ah...aku tidak bisa mengatakannya, tapi kalau orang tiba-tiba berubah, mereka akan mati. Kenapa kau melakukan hal-hal yang bukan kebiasaanmu?

Ayah dan Ibu benar2 tidak enak dan ingin menghentikan Ji Hyun. Tapi Ji hyun menyuruh Han Kang pergi. Han Kang menurut saja dan pergi.

Han Kang pulang. Paman Oh langsung tanya, apa kau menemui Ji Hyun?
Han Kang berkata kalau Ji Hyun tidak mengenaliku, dia sudah melupakan waktu saat dia bersamaku. Dia lupa sama sekali apa yang terjadi dalam 49 hari itu.

Paman Oh kaget, benarkah? Paman mengerti, kalau ada yang ingat maka rahasianya akan bocor. Mungkin memang aturannya seperti itu.
Paman Oh merasa kasihan pada Han Kang, Kang..apa yang akan kita lakukan? Kau harus mulai mencintai secara rahasia lagi.

Han Kang tahu, meskipun ia merasa sedih, tapi ini bukan sesuatu yang harus disesali. Aku pikir merasa sedih justru konyol. Yang paling penting, dia hidup.

Han Kang jalan keluar dan duduk di kursi. Han Kang ingat saat JH-Kyung pertama kali datang dan minta diterima kerja hanya 48 hari saja. Saat Jh-kyung mengaku melihat teman dan tunangannya, lalu pingsan.

Saat Han Kang memeluk Jh-kyung, saat Han Kang memperingati kematian ibunya, lalu saat Jh-kyung memeluknya dari belakang, kumohon katakan pada Ji Hyun, kalau dia bangun nanti, untuk mengatakan padaku lagi, apa yang ingin ia katakan.

Hati Han Kang terasa sakit, bagaimana kau bisa tidak ingat?

Yi Kyung masih duduk sendiri dalam gelap, memandangi kalender dan berkata Yi Soo..kapan kau datang? Cepat dan datanglah.
Ternyata Scheduler duduk di sampingnya.

Paginya, Han Kang menemui Yi Kyung. Han Kang langsung datang karena Yi Kyung tidak punya telp. Han Kang berkata kalau Ji Hyun sudah sadar.

Yi kyung kaget, apa?

Han Kang mengulang, Ji Hyun sadar.
Yi kyung lega sekali dan ia benar2 senang.
Han Kang berkata ini melegakan tapi sayangnya anak itu tidak ingat apa yang sudah terjadi. Dia tidak akan mengingatmu juga.

Yi kyung terlihat kecewa, benarkah? Han Kang mengucapkan terima kasih karena sudah membantu Ji Hyun selama ini. Han Kang menawarkan pekerjaan di cafenya pada Yi kyung sebagai ganti pekerjaan yang dilepaskan Yi Kyung.

Yi Kyung minta Han Kang tidak terlalu mencemaskannya.
Han Kang : Ini karena profesimu sesuai..
Yi kyung berkata kalau ia sedang menunggu seseorang. Lalu Yi Kyung masuk, tunggu sebentar.

Yi Kyung mengambil gelang Ji Hyun dan memberikannya pada Han Kang, Ji hyun minta aku memberikan ini untukmu, dia bilang itu milik ibu Kang.

Han Kang kaget, ini milik ibuku? Bagaimana bisa?

Yi kyung juga tidak tahu, Ji Hyun tidak bilang. Kau tanya saja dia, dan juga dia berkata terima kasih banyak. Dia minta maaf karena dia tidak akan pernah bisa membayar semua bantuanmu, jika dia tidak memiliki Kang, dia pasti tidak akan bisa melaluinya. Dia minta aku mengatakan itu padamu.

Min ho bertemu Direktur Jang. Jang minta Min ho tanggung jawab dengan dana untuk JC Construction. Min Ho tidak terima, kenapa dia yang harus tanggung jawab.

Jang : Keluarga Shin sudah berencana untuk menjadikanmu kepala departemen. Berapa yang bisa dipinjam dan berapa yang harus dikembalikan? Kau harus membangun rencana yang bagus. Pergilah ke Keluarga Shin besok.

Min Ho tidak mau. Jang marah dan menyalahkan Min Ho, ini semua karena kau. Karena keserakahanmu, seharusnya tidak bisa dilakukan sesuai kata2 terakhir Presiden (yang membatalkan hak waris itu).

Jika kau tidak mengancam kami untuk menunda kebangkrutan mereka saat itu, masalahnya tidak akan jadi seperti ini, dasar brengsek!
Ponsel Min ho bunyi, dari In Jung. Jang kesal, Sekretaris Shin. Apa rencanamu sekarang? Bagaimana kau akan tanggung jawab?

Min Ho tampak bingung, apa yang sebenarnya terjadi. Ia janji akan mengatakan pada Jang jika sudah mengetahuinya nanti.
Sementara telp In jung sama sekali tidak digubris Min Ho.

Min ho menemui Ki Joon Hee. Ia tanya apa yang dikatakan Presiden tentang masalah keuangan keluarga Shin.

Joon Hee : Oh itu..Presiden pergi ke Amerika untuk mendapatkan investasi.
Min ho kaget, kenapa Joon hee tidak mengatakan pada Min ho.

Joon Hee tidak merasa harus melapor pada Min Ho, aku bukan orang yang akan menghianati hati nurani hanya demi uang.
Min Ho tidak percaya, jadi selama ini kau memberiku laporan yang berhubungan dengan Han Kang, semua itu palsu?

Joon hee tidak peduli dengan semua perusahaan yang ditawarkan Min ho, aku akan mengandalkan diriku sendiri untuk karirku. Joon Hee jalan pergi.

Min Ho kesal sekali dan ia mendapat telp. Ternyata dari Kantor Jaksa Seoul. Kami menerima petisi tentang Kang Min Ho, jadi kami menghubungi anda.
Min ho : Petisi?
Kantor Jaksa minta Min ho datang besok pagi jam 10, karena mereka sedang menyelidiki sesuatu.

In Jung melihat fotonya bersama Min ho di kameranya. Mengingat masa lalunya bersama Min Ho.
In Jung pergi ke restoran favorit ibu Min Ho. Ia pesan dua porsi sup dan makan sendiri.

In Jung makan sambil menangis.

Sopir Cha menemani Min ho minum. Ia sedih melihat Min Ho seperti ini, dulu Min Ho sangat kuat. Cha minta Min ho mengakhiri semua ini. Apa yang terjadi dengan impian Kang Min ho yang dulu?

Min Ho tahu apa yang terjadi, tapi ia berkata tidak akan mati seperti ini.

In Jung menemui Min ho lagi. Min ho tidak senang. Apa kau bisa tidak muncul di depanku?
Min Ho : Kumohon jangan muncul di depanku lagi.

In Jung berkata ia akan meninggalkan Seoul dan sementara akan tinggal di Jinan. Jika kau perlu aku, telp saja.

Min ho diam saja. In jung memanggilnya, oppa! Maafkan aku.
Min Ho minta In Jung pergi saja.

Ji Hyun berkeras ingin bertemu In Jung. Ibunya bilang In Jung sakit. Ji Hyun yakin jika In Jung tahu dia bangun, pasti In Jung akan segera datang.
Ibu berkata In Jung bahkan tidak mengangkat telp. Ji hyun minta ibunya pergi ke rumah In Jung.

Han Kang datang berkunjung, lengkap dengan bunga dan cake. Han Kang memberikan bunga ke Ji Hyun, Shin ji Hyun, selamat karena sudah kembali. Mulai sekarang aku akan datang tiap hari :)
Han Kang mengulurkan cake ke ibu, bibi..tidak apa-apa kalau Ji Hyun makan kue kan?

Ji Hyun ingin makan kue itu bersama In Jung. Ibu putus asa, lalu ia tanya apa Ji hyun punya teman bernama Jung Eun ..bukan, Song Yi Kyung ?
Ji Hyun membenarkan, dia teman dari komunitas online-ku. (ini anak tidak konsisten ngarangnya hehehe.., oh tapi mungkin yang didengar Ji Hyun adalah Park Jung Eun)
Ibu tanya apa Ji Hyun ingat sudah memberikan stempelnya pada Yi Kyung?

Ji Hyun tidak ingat, Apa? Ibu berkata bukan apa-apa.

Han Kang mendorong kursi roda Ji hyun, ayo kita latihan. Han Kang membawa Ji hyun menjalani sesi fisioterapinya.

Ji Hyun melihat Han Kang menunggunya latihan, ada apa dengannya?

Setelah latihan, Han Kang mengajak Ji hyun ke taman. Anginnya enak, iya kan?
Ji Hyun tanya mau jalan sampai mana? Han Kang, kenapa kau selalu seperti ini?

Han Kang tanya, apa Ji Hyun tidak suka kalau dia seperti itu. Bukan, kata Ji Hyun. Aku hanya tidak nyaman.

Han Kang : Kenapa? Bagaimana rasanya hidup, kau menyukainya?

Ji Hyun : Rasanya menyenangkan, sangat menyenangkan.
Han Kang juga merasa senang karena Ji Hyun bertahan hidup. Shin Ji Hyun, apa yang kau lakukan selama 47 hari ini? Apa kau tertidur? Apa kau mungkin bermimpi?

Ji Hyun : Bagaimana jika iya, apa aku harus mengatakannya padamu?
Han Kang : Apa aku muncul dalam mimpi itu?
Ji Hyun : Kenapa kau harus muncul dimimpiku? Aku mau masuk ke dalam, aku ingin istirahat.

Han Kang mengerti dan mendorong kursi roda Ji Hyun lagi, keinginanmu adalah perintah bagiku..

Kang Min ho mengamati mereka dari jauh, ia benar2 melihat Ji hyun sadar.

Ibu dan Seo Woo menemui In Jung dan mengatakan kalau Ji Hyun sadar. Meskipun kau berharap dia tidak akan sadar, tapi dia sadar dan sekarang mencarimu.
Seo Woo : Ji Hyun selalu ingin bertemu denganmu. Jadi pergilah dengan bibi menemuinya, ok?

In Jung kaget. Mereka berkata kalau Ji Hyun tidak tahu apa yang terjadi antara In Jung dan Min ho, juga masalah perusahaan.
In Jung tidak mau ketemu Ji Hyun, katakan saja aku pergi ke LN.

Ibu : Aku tidak menyuruhmu minta maaf pada Ji Hyun. Perlakukan saja dia seperti kau biasa memperlakukannya. Apa kau bahkan tidak bisa melakukan itu?

In jung tetap tidak mau, aku tidak bisa! Aku tidak akan pergi!

Kenapa tidak? tanya Ibu, kau sudah berakting dengan bagus selama 2 tahun ini sampai kau benar2 membohongi Ji Hyun, sekarang akting saja seperti waktu itu.
In jung : Bibi...
Ibu marah, siapa yang mengijinkanmu memanggilku bibi?

Seo Woo : Shin In Jung, dengarkan hati nuranimu sedikit dan pergi, ok? Pergi dan bertingkahlah seperti sebelum kecelakaan.

In Jung menangis, bibi, aku salah. Semua adalah kesalahanku. Kumohon jangan membuatku menemui Ji hyun. Kumohon..
Tapi Ibu dan seo Woo, terutama Seo Woo tidak peduli dan menyeret In Jung pergi.

Han Kang menunggui Ji Hyun. Ji Hyun setengah putus asa, Han Kang apa kau benar2 merencanakan ini? Apa kau akan kesini tiap hari?
Han Kang dengan keras kepala membenarkan, aku akan datang dan main sepanjang hari.

Ji hyun berkata serius, kuharap kau mengerjakan designmu dengan serius.
Han Kang heran. Ji hyun menunjuk lukisan di belakangnya, kau yang membuat ini, kan? Aku benar2 menyukainya.
Ji hyun : Kau punya bakat yang tidak dimiliki orang, kenapa kau menyembunyikannya?

Han Kang : Tidak ada orang yang bisa kupertunjukkan karya2ku. Dan juga, tidak ada orang untuk diajak berbagi. Jika aku mengerjakan design dengan rajin, apa kau mau melihatnya?

Ji Hyun : Kenapa kau selalu seperti ini?

Ibu datang bersama In Jung, Ji Hyun ..In Jung sudah datang.
Ji Hyun minta ditinggal bersama In Jung. Ia minta Han Kang mentraktir ibunya minum kopi. Han Kang mengerti dan mengajak ibu keluar.

In Jung berdiri kikuk di depan Ji hyun, Ji Hyun...
Ji Hyun senyum, Hei, Shin In Jung! Ji Hyun berkata kalau dia tidur panjang dan mimpi. Di hari pertunangannya, sepatunya rusak. Saat itu aku melihatmu melepas sepatumu, tanpa sadar..kau melepas sepatumu dan bertelanjang kaki. Saat itu..kau melepaskannya untuk aku.

In Jung tidak mengerti, apa maksud Ji Hyun.

Ji hyun : Mereka bilang kalau sepatu..adalah harga diri wanita, tapi saat itu, kau melepaskan harga dirimu demi aku. Melupakan semua tentang pertunangan itu dan memikirkan aku dulu. Karena aku adalah..temanmu.

In jung terpukul, Ji Hyun!
Ji hyun berkata ia ngantuk dan minta In Jung pergi.

Setelah itu, Ji Hyun dan In Jung sama-sama menangis. Ini namanya rekonsiliasi, just great. Melepaskan dan menerima pengampunan.
astaga ..Popoh..make-upnya dahsyat haha..
Yi Kyung tidak sabar ingin bertemu Yi Soo. Scheduler kesal karena masih punya masa hukuman satu minggu, Scheduler marah dengan sunbaenya, dan menyebutnya "Nenek tua jahat." Yah tentu saja, sunbae-nim langsung memanggilnya.

Scheduler berdiri di depan sunbaenya yang marah2, nenek tua? nenek tua?
Scheduler merasa tidak bersalah kenapa dipanggil? Nenek marah, dasar brengsek! Kau pikir karena waktumu sudah hampir berakhir maka kau bisa seenaknya saja di depan seniormu?

Scheduler : Aku kesal! itu sebabnya aku seperti ini.

Nenek mengerti, karena ingatan Scheduler sudah kembali dan ia tidak bisa pura2 tidak ingat.
Scheduler minta Nenek jangan bicara lagi. Aku kesal sampai mati.

Nenek kesal, apa orang mati bisa mati lagi? Meskipun kau akan mati, kau seharusnya bertemu Song Yi Kyung sebelum kau mati.
Scheduler kaget, apa?

Nenek menjelaskan, hari ini adalah masa akhir tugas Scheduler selama 5 th, karena hukuman, maka diperpanjang seminggu sebagai Scheduler. Tapi kalau untuk bertemu Yi kyung, waktunya tidak berubah. Tetap sehari setelah masa 5 th selesai.

Scheduler senang sekali, kenapa aku tidak tanya ini? Oh..jadi besok pagi aku akan ketemu Yi Kyung?

Scheduler senang dan ia mengirimkan undangan untuk Yi Kyung. Yi Kyung kaget ketika menerima undangan dari langit. Invitation dari Song Yi Soo.

Untuk pertama kalinya dalam 5 th, Yi Kyung dandan. Yi Kyung terus melihat waktu dan ia mulai cuci rambut, mencari hair-dryer, memakai kosmetik yang dibelikan Ji Hyun dan mengenakan baju bagus. Lalu pergi menemui Yi Soo.

Yi Kyung jalan ke taman, Scheduler duduk di bangku. Scheduler melihatnya dan langsung berdiri. Yi Kyung masih ragu tapi Scheduler langsung jalan mendekati Yi Kyung.

Scheduler : Song Yi Kyung, sudah lama sekali. Kau sama sekali tidak berubah.

Yi Kyung terpana : Yi Soo! ini benar2 kau bagaimana ini bisa terjadi?
Yi kyung menangis dan menyentuh pipi Yi Soo..Yi Kyung memeluk Yi Soo dan keduanya menangis.

Scheduler berkata ia hanya bisa datang sekarang, lalu mengajak Yi Kyung pergi ke suatu tempat.
Kemana? tanya Yi Kyung.
Scheduler : Hari ini lakukan saja apa yang kukatakan padamu.

Scheduler mengajak Yi Kyung naik motornya dan pergi ke lokasi dimana Yi Soo meninggal.

Scheduler : Saat itu aku tidak sabaran. Aku ingin bermusik, aku ingin mengalami dunia yang baru ini. Kehidupan lamaku, bagiku terasa sangat menyesakkan dan membosankan.

Yi Kyung : Tapi kau tetap ingin menjadi penjagaku, kau pasti sangat lelah.

Scheduler : Saat itu kita masih sangat muda dan jarak diantara kita sangat besar. Aku pikir kita tidak bisa membicarakannya. Jadi, aku tidak punya pilihan selain bertindak semauku.

Aku pernah berkata kalau lebih mudah membiarkanmu melihat seperti apa hatiku sebenarnya. Aku main musik dan jalan dengan para gadis, tapi kau seperti kampung halamanku. Jadi..aku membeli cincin untuk melamarmu.

Scheduler mencari cincin yang ia beli, ternyata tersembunyi di dalam tanah. Scheduler memasangkan cincin itu ke jari Yi Kyung, lalu memasang cincin di jarinya sendiri.
Sekarang...berikutnya adalah...

Scheduler membawa Yi Kyung ke taman hiburan. Yi Kyung heran, kenapa pergi kesini?

Scheduler berkata kalau mereka belum pernah pergi ke tempat seperti ini karena dulu mereka tidak punya uang.
Scheduler : Aku sudah janji mengajakmu kesini saat kau ulang tahun. Song Yi Soo janji!

Scheduler menggandeng Yi Kyung dan mereka mulai main, naik merry go round, dll. Jalan-jalan, ketawa2, main..
Mereka masuk ke toko suvenir dan membeli bando kuping kelinci, lalu foto bersama sambil pamer cincinnya.

Keduanya jalan sambil gandengan di taman, Yi Kyung tanya, sekarang mau kemana lagi?
Scheduler : Kau sama seperti dulu, Song Yi Kyung-ku. Bukankah aku sudah bilang jangan tanya dan jangan marah? Kau cuma perlu mengikutiku tanpa syarat.

Scheduler membawa Yi Kyung ke...kembali ke jalan dekat rumahnya.
Yi Kyung heran, ini rumahku.

Scheduler minta Yi Kyung belanja makanan, aku ingin makan masakan yang kau buat.
Yi Kyung : Kau membiarkanku belanja sendirian? Apa yang akan kau lakukan?

Scheduler janji, kali ini dia tidak akan pergi tanpa pamit. Ada yang harus kulakukan, aku akan selesai sebelum kau pulang.
Yi Kyung akhirnya pergi untuk belanja makanan.

Sementara Scheduler...ternyata dia membereskan apartemen Yi Kyung.
Benar2 tukang paling keren hehehe..dia mengganti wall paper apartemen Yi Kyung dengan warna pink lembut tapi cerah.

Dokter Noh muncul, Scheduler tahu dan ia kelihatan sebal hahaha

Noh kaget melihat Scheduler, penghuni rumah ini, apa dia pindah?

Scheduler menoleh (wii...lihat ada percikan api diantara mereka? hahaha), tidak. Aku hanya mengganti wall paper baru.
Noh : Lalu Nona Yi Kyung..bukan, pemilik rumah?

Scheduler : Dia pergi melakukan sesuatu.
Noh : Apa kita pernah ketemu sebelumnya?

Scheduler mulai kesal : Aku tidak bekerja disini untuk menjawab pertanyaanmu. Hari ini dan besok pagi, aku jelas tidak mau kau datang kesini. Setelah beberapa hari, kau bisa datang lagi.

Noh : Baiklah, kalau begitu pastikan mengatakan padanya kalau ada pria bernama Noh Kyung Bin datang menemuinya.

Scheduler dingin : Kalau kau segera pergi, aku akan bilang padanya kalau kau mampir. Jika kau tidak segera pergi, aku mungkin tidak akan bilang.
Dokter Noh kelihatan tidak suka tapi dia langsung pergi.

Setelah Noh pergi, Scheduler ngomel, dia bukan seperti pria jahat. Dokter! Kau mau apa dengan Yi Kyung kami?
Scheduler menuduh Noh naksir Yi Kyung. Scheduler jelas tidak suka kalau Yi Kyung bersama Noh. (kita harus tos dulu Scheduler, haha..aku juga tidak suka.)

Yi Kyung pulang, dia langsung memanggil Yi Soo! Yi Soo! Tapi Yi Kyung terpana saat masuk ke apartemen-nya. Kamarnya berubah total! Sekarang kamar Yi Kyung benar2 indah, rapi dan bersih. Cuma empat kotak kumal itu saja yang mengingatkan kita kalau kamar itu aslinya kucel.

Yi Kyung panik tidak melihat Yi Soo, ia memanggil, Song Yi Soo!!

Scheduler keluar dari kamar mandi, wee...rambutnya lurus haha..Scheduler senyum-senyum, aku disini. Scheduler memegang rambutnya, dia berkata debunya banyak, jadi ia harus membersihkan rambutnya.

Yi Kyung tidak percaya, kau yang melakukan semua ini?

Scheduler bangga, aku ini tukang cat selama 2 tahun, tidak jelek kan?
Bukan itu maksudku, kata Yi Kyung. Tapi kenapa kau mengubah kamar jadi seperti ini?

Scheduler : Aku ini tinggal denganmu, meskipun hanya sehari, aku mau tempat ini bersih. Hei, bagaimana menurutmu? Kau biasanya bersih dan rapi.

Scheduler : Sisanya, nanti kau atur sesuai seleramu, ok?
Scheduler tersenyum. Senyum ini bukan akting, Jung Il Woo benar2 jadi Yi Soo!

Malamnya, Yi Kyung dan Scheduler duduk sambil saling menggenggam tangan, Yi kyung lalu tidur di bahu Scheduler.

Scheduler mengamati Yi Kyung tidur, wajahnya sedih. Lalu Yi Kyung terbangun. Kau bangun?
Yi Kyung : Kau bangun?
Scheduler : Kita jalan-jalan.

Mereka jalan sambil bergandengan tangan, Yi kyung terus memandangi Scheduler.
Scheduler : Kenapa?
Yi kyung merasa aneh, ini benar2 menakjubkan. Kemarin seperti mimpi..kau masih disini dari malam sampai pagi? Sinar matahari sangat cerah, tapi aku bisa melihat dan menyentuhmu?

Scheduler : Tapi aku tetap orang yang sudah mati. Aku menunggu 5 th hanya agar bisa melihatmu. Demi kau, untuk memberikan cincin ini, untuk mengatakan kalau aku mencintaimu, kalau tidak sekalipun aku memikirkan orang lain, kalau aku ingin menikah. Hanya untuk mengatakan itu.

Tapi...sekarang tidak sama lagi. Hal-hal yang ingin kukatakan padamu sudah berubah. Aku mencintaimu sampai saat itu. Mulai sekarang, aku tidak akan mencintaimu. Karena aku tidak ingin meninggalkanmu dengan rasa sakit, aku ingin kau melupakanku dan berbahagia. Aku sudah menunggu selama 5 th untuk mengatakan ini.

Yi Kyung menangis, tidak. Jangan katakan itu, Yi Soo. Aku akan pergi denganmu.

Scheduler : Kita tidak bisa bersama. Meskipun kau pergi dan memilih kematian agar bisa bersamaku, kita tetap saja terpisah. Karena memang seperti itulah kematian.

Yi Kyung : Aku tidak bisa menahannya tanpa dirimu, ini terlalu berat bagiku.

Scheduler : Kau harus menahannya untukku. Aku ingin kau bahagia di kehidupanmu mendatang. Jika kau tidak bahagia, hatiku juga tidak akan tenang dan aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang. Karena aku dilahirkan sebagai pria yang pemarah, egois, yang tidak bisa menerima cinta, yang tidak bisa mencintai, yang hidup tidak bahagia.

Scheduler mengambil cincin Yi Kyung, buang cincin ini.
Yi Kyung tidak mau.

Scheduler tetap melepasnya dan melemparkannya ke sungai.

Scheduler kembali sambil menangis, ini tidak ada artinya lagi. Aku sudah membereskan semua salah paham kita, itu saja.
Scheduler melepas cincinnya sendiri, Yi Kyung menangis dan mencegahnya, tapi Scheduler tetap membuang cincinnya juga.

Scheduler : Kau tahu betapa berharganya kau bagiku. Aku tidak meninggalkanmu. Bagiku, kau adalah orang paling penting. Orang yang luar biasa.

Jadi, untuk orang lain, kau akan menjadi orang paling berharga. Berjanjilah padaku kalau kau akan bahagia demi aku. Biarkan aku pergi tanpa penyesalan, dan di kehidupan mendatang (kepercayaan Budha/Kong Hu chu) aku akan bisa memulai lagi.

Yi Kyung, berbahagialah demi aku. Karena bertemu denganmu, aku merasa berterima kasih..dan bahagia.

Yi Kyung menangis, ia menyesal, karena selalu menerima darimu...dan tidak pernah membalasmu kembali.

Scheduler juga menangis, balaslah untuk orang yang mencintaimu. Bukan aku, berikan pada orang itu.
Yi Kyung menangis terisak-isak. Scheduler menangis dan mencium Yi Kyung.

Scheduler melepaskan Yi Kyung dan jalan mundur, lalu ia berbalik sambil menangis. Yi Kyung tidak berhenti menangis.

Scheduler jalan semakin jauh dan menghilang...

Min Ho akhirnya pergi menemui ibunya di RS. Dalam hati Min Ho berkata kalau dia ingin sukses dan ingin membawa ibunya pergi. Aku minta maaf.

Petugas menemui Min Ho dan menahannya, atas dasar petisi yang diajukan. Mereka ingin memborgol Min Ho, Min ho minta waktu untuk menemui ibunya sekali saja.
Min ho menemui ibunya dan memastikan kalau ibunya menyembunyikan dokumen yang diberikan sopir Cha padanya. Min ho minta ibunya tidak memberikan dokumen itu pada orang lain, selain dia.
Ibu Min ho bingung : Kau siapa?
Min Ho : Lihat aku, selain wajah ini, tidak ada yang boleh mendapatkannya, apa kau mengerti?

Ibunya ingat, Min Ho! anakku! Kau kembali setelah mendapat gelar MBA, iya kan? Kenapa kau datang tanpa memberitahu?
Ibu Min Ho tanya apa Min ho mendapatkan uang yang sudah ia kirim? Itu tidak cukup kan?

Min ho berkata cukup, uangnya cukup. Ibu berkata kalau Min ho bohong, aigoo, kau takut ibu kerja keras ya. Aku tahu kau akan jadi orang sukses. Ibu berkata ia tahu Min ho tidak sama dengan ayahnya.
Ibu Min ho sangat senang dan memeluk Min Ho. Membuat Min ho menangis.

Min Ho dibawa pergi. In Jung mendapat laporan kalau Min ho ditahan saat di RS ibunya.

Min Ho diinterogasi. Petugas tanya, menurut pernyataan korban, sekretaris Presiden, Shin in Jung adalah kaki tanganmu.
Min Ho menyangkal : Bukan.
Jadi, Nona Shin In Jung tidak terlibat? Min ho berkata tidak, hanya saya.

Yi Kyung berbaring di bed barunya dan teringat kata2 Yi Soo, bertahanlah demi aku, dengan demikian, di kehidupan mendatang, aku bisa mendapatkan kebahagiaan. Yi Kyung, demi kebahagiaanku, ok?

Yi Kyung ingat kata2 Ji hyun : Ketika kau ingin menangis, ketika keadaan jadi sulit, seperti sekarang, ingatlah hari-hari yang paling membahagiakan bagimu. Kumpulkan keberanianmu dan hiduplah.

Yi Kyung pergi ke Rs untuk menemui Ji Hyun. Yi Kyung berdiri saja di depan kamar Ji Hyun, ia ingat kata2 Han kang kalau Ji Hyun kemungkinan besar juga tidak akan mengingat Yi Kyung.

Ji hyun keluar dan melihat Yi Kyung, Ji Hyun mendekati Yi Kyung, unni! Yi Kyung unni.
Yi Kyung kaget, Ji Hyun.

Ji Hyun tampak senang, kakak, apa kau datang untuk menemuiku?
Yi Kyung terperanjat, kau ingat siapa aku?

Ji hyun memeluk Yi Kyung, kakak! Yi Kyung tersenyum dan menepuk punggung Ji Hyun.

Yi Kyung membawa Ji Hyun ke taman RS dan keduanya duduk. Ji Hyun tetap di kursi roda, Yi Kyung di bangku.
Yi Kyung heran, kau ingat aku tapi tidak ingat Han Kang?

Ji hyun diam saja, Yi Kyung sadar, kau juga mengingatnya, iya kan? Kau jelas ingat semuanya. Kenapa kau pura-pura tidak ingat apapun?

Ji Hyun : Karena...aku akan segera meninggal dunia lagi.

Yi Kyung syok : Apa?

(Yess.......... Tinggal Satu Episode Terakhir... Gak sabar nehhh rasanyaaaaa.......)

Sumber Utama: @kadorama-recaps

0 comments :

Post a Comment