News Update :
Home » , » GURU PENSIUN MASSAL 2012 DAN 2014 PENDISTRIBUSIAN GURU BELUM MERATA

GURU PENSIUN MASSAL 2012 DAN 2014 PENDISTRIBUSIAN GURU BELUM MERATA


Informasi dunia pendidikan tidak pernah habis untuk dibahasakan. Kali ini, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) diminta untuk mengantisipasi pensiun massal para guru pada tahun 2012. Ya, diperkirakan sebanyak 300 ribu guru di Indonesia akan pensiun pada tahun 2012, dan 34 ribu pada 2014, termasuk 25 ribu di antaranya adalah guru sekolah dasar yang menjadi pondasi peletakan dasar pendidikan di negara yang tercinta ini.

Kekhawatiran akan hal ini secara langsung disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah pada rapat kerja dengan Kementerian Pendidikan Nasional atau KemDikNas di Gedung DPD-RI pada awal pekan lalu. Pensiun massal tersebut dilatar-belakangi oleh adanya pengangkatan guru-guru yang juga dilakukan secara massal di era tahun 1980-an, khususnya untuk tenaga pendidik di tingakt sekolah dasar.

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, mengatakan bahwa Kemdiknas telah mengantisipasi masalah tersebut sejak lama dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan guru. Namun, kebijakan untuk penerimaan guru ada di daerah, yaitu kabupaten/kota. “Karena itu, Kemdiknas sudah menginisiasi peraturan bersama dengan kementerian terkait untuk mengatur penerimaan guru,” ujarnya.

Lanjut disampaikan oleh Syawal bahwa pada dasarnya rasio guru dan siswa di Indonesia secara nasional tidaklah kurang. Hanya saja distribusinya tidak merata. Guru diwilayah perkotaan lebih banyak sedangkan di wilayah pedesaan minim akan tenaga kependidikan.  Untuk itu, perlu ada usaha lebih dalam untuk mengatur distribusi guru yang selama ini banyak bertumpu di daerah perkotaan, agar mau ditugaskan ke daerah terpencil. Contohnya wilayah Kalimantan Timur dan Papua yang memiliki banyak tenaga tetapi hanya berpusat di perkotaan saja sedangkan di pedesaan hanya sedikit yang mau ditugaskan kesana.

Maka untuk menyikapi hal tersebut, Kemendiknas harus lebih teliti dalam menyikapi hal tersebut. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menyediakan fasilitas bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya yang mau ditugaskan di daerah pedesaan juga termasuk dengan tunjangan-tunjangan yang memadai yang dalam hal ini sesuai dengan biaya hidup daerah tugas. Mengapa demikian? karena terkadang orang mengatakan lebih baik gaji 500rb di Jawa daripada Gaji 2juta di pedesaan. Hal ini dikarenakan biaya hidup di pedesaan terutama wilayah Kaltim dan Papua sangat besar. Untuk itu, pemerintah harus jeli melihat kesenjangan ini agar para guru justru berlomba-lomba untuk ditugaskan di pedesaan, bukan menumpuk di perkotaan.

0 comments :

Post a Comment