News Update :
Home » , , » PRESIDEN SBY JADI SASARAN BOM TERMOS

PRESIDEN SBY JADI SASARAN BOM TERMOS

Baru-baru ini kembali teror bom terjadi, kali ini sasarannya orang terpenting nomor satu di Indonesia, siapa lagi kalau buka bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa pak SBY.



Dalam persidangan 7 eksekutor Bom Buku yang mulai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 31 Oktober lalu, hanya 3 orang yang bisa menjalani sidang yakni Juhanda alias Jo, Mugianto alias Mugi dan Muhammad Maulana Sani alias Alan. Tiga terdakwa lainnya yaitu Febri Hernawan, Watono dan Ade Guntur ditanggukan sidangnya karena Majelis Hakim sedang bertugas di luar kota. Juhanda, Mugi dan Alan terancam hukuman seumur hidup setelah didakwa Jaksa Penuntut Umum dengan pasal pemufakatan jahat melakukan kegiatan teror. Pasal yang didakwakan kepada para tersangka diantaranya adalah 6, 7, 9, 15, dan 13 UU 15/2003.

Namun satu hal yang mengagetkan, JPU menyebutkan bahwa Alan berencana membuat bom termos air yang akan diletakkan di Cawang jakarta Timur dan sasaran utamanya adalah untuk pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atap Pak SBY.

"dengan uang Rp.500.000,00 mereka membeli bahan pembuat bom yakni pupuk, baterai, dan korek api yang akan diletakkan didaerah perlintasan rombongan presiden di Cawang" beber JPU Izam Azan. 

Kabarnya Bom terseebut mereka letakkan di Jalan Layang Cilitan tepat di depan Markas Komando Daerah Militer Jayakarta (KODAN JAYA). untungnya rakitan tersebut tak sempat meledak.

Mengenai kasus Bom Bunuh Diri di gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atau MABES POLRI akhirnya telah menetapkan status 3 orang yang ditangkap Densus 88 pasca bon tersebut di Solo, Jawa Tengah. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Saud USman Nasution, dua orang berinisial YS dan NI jadi tersangka resmi ditahan dan yang satunya lagi berinisial TM telah dibebaskan karena tidak adanya bukti keterlibatannya dalam kasus tersebut. 

"YS dan NI jelas-jelas terlibat karena menyembunyikan orang yang masuk DPO dan ikut berperan dalam menyiapkan dan merakit Bom" ungkap Saud di Mabes Polri beberapa waktu lalu.


1 comments :

  1. Marilah kita bangun kembali rasa saling mengasihi dan saling percaya sebagai sesama anak bangsa.

    ReplyDelete