News Update :
Home » , , , , , , , » ILMUAN MEMBUAT SATELIT PEMBERSIH SAMPAH ANTARIKSA

ILMUAN MEMBUAT SATELIT PEMBERSIH SAMPAH ANTARIKSA

Ilmuwan Bikin Satelit Pembersih Sampah AntariksaILMUAN MEMBUAT SATELIT PEMBERSIH SAMPAH ANTARIKSA - Apa jadinya kalau semakin banyak "sampah-sampah" di luar bumi sana yang bersiap "menyerang" bumi? Apalagi dengan banyaknya satelit-satelit luar angkasa yang dikirim, ditambah dengan pecahan-pecahan satelit yang dilemparkan ke dunia luar sana? wah, bisa seperti di film-film barat tuh ada benda langit yang jatuh ke gunung, sungai, laut, atau bahkan rumah-rumah penduduk? Wah, sulit ngebayanginnya deh ...

Tapi, so kita gak perlu kuatir lagi sob, for ada kabar menggembirakan neh dari para ilmuwan asal Swiss. Mereka, lewat sumber dari okezone.com, dikatakan bahwa mereka sedang menyiapkan untuk peluncuran satelit pembersih sampah di luar angkasa di antariksa yang dekat dengan wilayah orbit bumi.

Satelit tersebut nantinya akan mengumpulkan sampah dengan cara menggenggam puing sampah tersebut yang berada di sekitar orbit bumi lalu kemudian melemparkannya ke atmosfer, sehingga puing-puing sampah tersebut terbakar saat masuk ke atmosfer.

Satelit pembersih yang bernama CleanSpace One tersebut bernilai USD11 juta, dan dibangun oleh Swiss Space Center di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EFPL). Demikian diwartakan Dailymail, Jumat (17/2/2012).

Untuk peluncuran satelit ini, EFPL menuturkan bahwa rencananya akan dilakukan antara 3 sampai 5 tahun mendatang dan sebagai tugas utama dari CleanSpace One ini adalah untuk membersihkan dua satelit yang diluncurkan oleh Swiss pada tahun 2009 dan 2010.


Lagi NASA menambahkan bahwa di wilayah luar angkasa dekat Bumi ada sekitar lebih dari 500 ribu roket bekas, satelit rusak, dan puing-puing lainnya yang mengorbit pada Bumi. Puing-puing tersebut bergerak dalam kecepatan yang mendekati 17.500 mil per jam, cukup cepat untuk menghancurkan atau menimbulkan kerusakan parah pada sebuah satelit atau pesawat luar angkasa.


"Sudah jadi hal mendasar utnuk menyadari keberadaan puing-puing ini, serta risiko yang timbul akibat peningkatan jumlahnya," kata Claude Nicollier, astronot dan profesor di EFPL.

Well, kita tunggu saja peluncuran satelit cerdas ini dan hasilnya dimasa mendatang, Bravo para ilmuwan...


0 comments :

Post a Comment